Jumat, 11 Oktober 2013

Surah An Najm 31-32

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى (31)

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). 

And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth - that He may recompense those who do evil with [the penalty of] what they have done and recompense those who do good with the best [reward] -
 

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى (32)

(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. 

Those who avoid the major sins and immoralities, only [committing] slight ones. Indeed, your Lord is vast in forgiveness. He was most knowing of you when He produced you from the earth and when you were fetuses in the wombs of your mothers. So do not claim yourselves to be pure; He is most knowing of who fears Him.
 () () ()


Ayat ini menyatakan bahwa semua yang ada di langit dan yang ada di bumi, adalah milik Allah semua berada dalam genggaman Nya dan di bawah kekuasaan Nya. Dia menjadikannya, Dia pemiliknya dan Dia yang mengaturnya, Dia mengetahui seluk-beluk keadaannya, maka janganlah manusia mengira bahwa ia akan membiarkan mereka dengan tidak membalas setiap manusia menurut amal perbuatannya. Dia akan membalas menurut ilmu-Nya yang mencakup segala sesuatu. Orang-orang yang berbuat baik diberi ganjaran kebaikan dengan dimasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai dan memberi kesenangan kepadanya yang tidak terlintas di hati manusia, Ia membalas orang-orang jahat dengan kejahatan yang dilakukannya dari bermacam-macam syirik dan maksiat-maksiat karena hatinya tertutup oleh dosa-dosa besar dan kecil. 

() () ()

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang yang baik itu: Ialah mereka yang menjauhkan dirinya dari dosa-dosa besar seperti syirik, membunuh, berzina, dan lain-lain, meskipun mereka melakukan dosa-dosa kecil yang kemudian ingat segera, serta dengan segera mereka bertobat sambil menyesali perbuatan-perbuatan dosa kecil yang mereka lakukan, namun mereka imbangi banyak perbuatan yang baik karena perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa-dosa) perbuatan yang buruk.
Sebagaimana di utarakan dalam firman Allah:
إن الحسنات يذهبن السيئات
Artinya:
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.
(Q.S. Hud: 114)

إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم وندخلكم مدخلا كريما
Artinya:
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami memasukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
Mengenai bermacam-macam dosa-dosa besar itu ada tujuh. Ini adalah pendapat Sayidina Ali "Karramallhu Wajhah" sebagaimana tersebut dalam sahih Bukhari dan Muslim.

‎ اجتنبوا السبع الموبقات: الإشراك بالله تعالى والسحر وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق وأكل مال اليتيم وأكل الربا والتولي يوم الزحف وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات

Artinya:
Jauhilah tujuh dosa besar: mempersekutukan Allah, sihir, membunuh manusia yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari perang sabil dan menuduh wanita-wanita muhsanat, ghafilat mukminat.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Tabary meriwayatkan dari Said ibnu Jubir dari Ibnu 'Abbas bahwa ada orang berkata kepadanya, dosa-dosa besar itu tujuh: Ibnu `Abbas berkata. "malah kepada tujuh ratus, ia lebih dekat dari pada tujuh: tetapi lenyap kebesarannya bersama istigfar dan tidak ada kecilnya dosa bila terus menerus dikerjakan".
Ada pula yang menyatakan: "Dosa-dosa besar adalah dosa-dosa yang diancam oleh Allah dengan neraka atau dengan amarah-Nya atau dengan laknat, azab atau mewajibkan had di dunia atau karena yang melakukannya tidak merasa khawatir dan tidak menyesal atas tindakannya itu, atau tindakannya itu menyebabkan kerusakan besar, walaupun menurut pandangan manusia kecil. Maka barang siapa memegang seseorang untuk memberi kesempatan kepada penganiaya membunuhnya atau memberitahukan musuh kelemahan-kelemahan pemerintahan negaranya maka orang ini telah melakukan kesalahan besar.
Selanjutnya ayat 32 ini menegaskan bahwa Allah SWT Maha Luas ampunan-Nya, dan Dia akan mengampunkan dosa-dosa kecil dengan menjauhi dosa besar dan Dia mengampunkan dosa-dosa besar bila pelakunya tobat yang sesungguhnya, serta diiringi penyesalan atas perbuatannya; dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم
Artinya:
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang".
(Q.S. Az Zumar: 53)
Artinya, ia lebih mengetahui dengan keadaanmu, mengetahui perbuatan dan ucapanmu di kala Ia menjadikan kamu dari tanah dan di kala Ia membentuk rupamu dalam rahim ibumu yang beraneka ragam, dari satu tahap ke tahap lainnya. Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa, bila kamu insafi yang demikian itu, maka janganlah kamu memuji dirimu dengan suci dari dosa atau suci dari perbuatan makasiat atau banyak melakukan kebaikan, tetapi hendaklah kamu banyak bersyukur kepada Allah atas limpah karunia dan ampunan-Nya. Ia Maha Mengetahui siapa-siapa dari kamu yang bersih dirinya dari kejahatan dan siapa-siapa pula yang menjerumuskan dirinya dalam kejahatan dan melumurkan dirinya dengan dosa.
Sesungguhnya larangan menyucikan diri hanya terjadi bila yang mendorong seseorang untuk itu adalah riya', takabur atau bangga, tetapi kalau bukan itu sebabnya, maka menyucikan diri tidak terlarang. Dari itu dikatakan: "senang dengan perbuatan taat adalah taat dan mengingat-ingat taat adalah syukur" Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

ألم تر الى الذين يزكون انفسهم بل الله يزكى من يشاء ولا يظلمون فتيلا
Artinya:
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun".
(Q.S. An Nisa': 49)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar