Sabtu, 12 Oktober 2013

Hana

Oleh: Khana Ruhul Qisthi

Tak tebendung. Omongan kata, semakin menjalar kemana-mana. Gemerlap bintang bukan hanya di langit, tapi rasa kekagumannya saat melihat al furqon mengisi ruang ini. Begitu indah kalau dirasa. Begitu terkagum-kagum. Andaikata aku diperbolehkan untuk berteriak "akuingin menjerit  kegirangan". Bagaimana bisa tidak? Bagiku, "ini terlalu indah".

"Kau belajar hukum, lalu paham... selesai

"Kau belajar rumus, lalu paham . Selesai
"Kau baca buku, dan kau paham. Selesai
Tapi ini, meski kau telah meniti pemahaman pada semua ayat, bahasa, kata,atau isinya. Tak akan pernah selesai begitu saja. Karena ini sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sahabat yang istimewa.

"Dibaca berulang-ulang, walau kefahaman telah menjelma dalam benak, kita akan tetap mengulangnya. Walau bosan hidup kadang menghadang, itu bukan bendungan untuk berhenti dari mengulang."

"Indah sekali, bila kita mau mencoba pahami, sedalam-dalamnya, dengan bekal informasi-informasi lain -kitab Tauhid, Fiqih, Falaq, Faroid, Nahwu, Shorof, Balaghah, Ushul Fiqh, Hadis- maka kata sang guru,  "Kau bisa merasakan gemerlapan bintang, dan menemukan kejutan-kejutan lain yang bahkan, banyak hal belum pernah disampaikan oleh bidang ilmu mana pun".


Hanya bisa dimengerti kalu kau fahaminya.  Dan banyak “kejuta-kejutan” yang mengejutkan.

 
Sahabat...
Ia nyata, 
Ia jelas...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar