Oleh: Khana Ruhul Qisthi
Tak tebendung. Omongan kata,
semakin menjalar kemana-mana. Gemerlap bintang bukan hanya di langit, tapi rasa
kekagumannya saat melihat al furqon mengisi ruang ini. Begitu indah kalau
dirasa. Begitu terkagum-kagum. Andaikata aku diperbolehkan untuk
berteriak "akuingin menjerit kegirangan". Bagaimana bisa tidak? Bagiku, "ini
terlalu indah".
"Kau belajar hukum, lalu paham... selesai
"Kau belajar rumus, lalu paham . Selesai
"Kau baca buku, dan kau paham. Selesai
Tapi
ini, meski kau telah meniti pemahaman pada semua ayat, bahasa, kata,atau isinya. Tak
akan pernah selesai begitu saja. Karena ini sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sahabat yang istimewa.
"Dibaca
berulang-ulang, walau kefahaman telah menjelma dalam benak, kita akan tetap mengulangnya. Walau bosan
hidup kadang menghadang, itu bukan bendungan untuk berhenti dari mengulang."
"Indah
sekali, bila kita mau mencoba pahami, sedalam-dalamnya, dengan bekal
informasi-informasi lain -kitab Tauhid, Fiqih, Falaq, Faroid, Nahwu, Shorof, Balaghah, Ushul Fiqh, Hadis- maka kata sang guru, "Kau bisa merasakan gemerlapan
bintang, dan menemukan kejutan-kejutan lain yang bahkan, banyak hal belum pernah
disampaikan oleh bidang ilmu mana pun".
Hanya bisa dimengerti kalu kau fahaminya. Dan banyak “kejuta-kejutan” yang mengejutkan.
Sahabat...
Ia nyata,
Ia jelas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar